);

Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan 2019 / 1440H

Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan 2019 / 1440H  : Subahanallah tidak sabarnya nak berpuasa.Insya Allah kita akan memasuki bulan Ramadhan. Banyak orang yang senantiasa gembira menyambutnya. Lantaran memang istemewanya bulan Ramadhan ini, Allah Swt sediakan pelbagai kenikmatan; mulai dari ampunan, rahmat, keberkatan, dilipatgandakannya pahala, dan lain-lainnya.

Namun persoalannya, bagaimana agar kta boleh menikmat sebaik mungkin kesemua kenikmatan pada bulan ramadha pada tahun 2019/1440H ne?

Apakah dengan berangan-angan sahaja, kita boleh mendapatkan keberkatan, pahala dan keampunan tanpa usaha yang gigih ? ternyata kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan kenikmatan, keampunan dan rahmat Allah SWT yang sungguh tiada bandingannya.. Subahanallah..

Kita haruslah persiapkan diri seawal yang boleh supaya diri kita lebih bersedia dan berpeluang untuk nikmat bulan ramadhan dengan lebih khusyuk. Insyallah.

7 persiapan menyambut bulan ramadhan yang harus anda lakukan seperti berikut :

1. Mempelajari Syarat sah puasa.

Sebagaima ibadah lainnya maka puasa memiliki syarat sah dan rukun puasa ramadhan yang harus dipenuhi agar puasanya tersebut dinilai sah dan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Syarat-syarat sah puasa dijelaskan.

Nah, kebetulan, sebelumnya saya telah menerbitkan artikel “5 Syarat Sah Puasa Ramadhan“. Silakan Anda baca terlebih dahulu, atau nanti

Setidaknya, 5 poin itu boleh menjadi asas dasar kita untuk menjalani bulan Ramadhan. Tentunya, lebih baik lagi kalau Anda kaji lebih jauh lagi.

2. Pelajari fadhilat dan kelebihan bulan ramadhan

Kewajiban kita memang banyak, namun insyaAllah itu semua boleh kita usahakan agar ditunaikan. Nah, selain untuk perkara wajib itu, ada baiknya waktu kita juga kita gunakan untuk membuat perkara sunnah.

Maka, agar lebih semangat, ada baiknya kita kaji atau kita ingat-ingat lagi apa saja keutaman-keutaman di bulan Ramadhan ini. Semoga, dengan mengetahui kelebihan bulan ramadhan maka semakin menambah semangat kita beramal.

Yang fardhu memang sudah sepatutnya kita kerjakan, baik saat Ramadhan maupun di luar Ramadhan. usah ditanya. Begitu pula yang sunnah, pun memang sepatutnya kita lakukan baik saat Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Nah, namun, manafaat di Ramadhan ini “ganjaran” dari amalan sunnah tersebut berkali ganda, maka ada baiknya kita lebih mengerjakannya.

3. Segera meng Qadha Puasa Ramadhan Sebelumnya yang belum ditunaikan.

Bagi Anda yang tahun lalu ada tertingal puasanya, tidak full sebulan Ramadhan; maka tentunya wajib meng-qadha’-nya. Dan yang namanya kewajiban itu tak boleh ditunda-tunda, harus disegerakan. walaupun masih bulan Sya’ban. Kalau ada orang yang nunda-nunda tanpa udzur syar’i, dia berdosa.

Ingat hadits dari A`isyah RA, bahwa dia berkata,”Aku tidaklah meng-qadha` sesuatu pun dari apa yang wajib atasku dari bulan Ramadhan, kecuali di bulan Sya’ban hingga wafatnya Rasulullah SAW.” [HR. At-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan Ahmad, hadits sahih). (Terdapat hadits-hadits yang semakna dalam lafazh-lafazh lain sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 871-872, hadits no. 1699].

4. Jaga kesihatan Diri.

Saat Ramadhan ini kita akan makin rajin beramal sholeh, maka kesihatan fizikal juga perlu dipersiapkan.

Berhati-hati dengan keadaan yang bolehnya menyebabkan anda sakit. Barangkali dari sekarang Anda boleh berikhtiar mencegahnya dengan cara istirehat yang cukup, senantiasa memakan buah dan sayur; dan sebagainya.

5.persiapkan perancangan untuk berinfaq dan sedekah lebih.

Sediakan la seberapa banyak harta dari segi apa bentuk pun untuk bersedekah di bulan ramadhan. penulis sarankan agar sediakan tiap hari sama ada wang sekecil Rm1 untuk disedekahkan di tabung masjid selepas solat jumaat, agar kita lebih bersedia untuk bersedekah tiap-tiap hari pada bulan ramadhan pabila selepas solat tarawih. insyallah. pesanan penulis, bukan duit sahaja boleh bersedekah. Dari segi menyumbang tenaga dalam pengurusan masjid dan sebagainya juga dikira sedekah. insyallah.

6. Lebih ketatkan penjagaan diri dari dosa besar maupun kecil

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau.” [Terdapat pada riwayat shahih dalam dua kitab shahih; Shahih Bukhori, no. 2014, dan shahih Muslim, no. 760, dari ]

Sebetulnya bagus, kalau pada celik dengan hadis ini. Namun, jangan sampai salah paham. Malangnya ada beberapa orang yang salah faham, sebaliknya mereka suka melakukan dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, kerana dia merasa bahawa mereka semua akan diampuni. Dia boleh ‘bersih putih’ lagi. Bermula dari sifar dia berkata.

aktanya, ternyata ada dalil lain yang mengkhususkan dalil sebelumnya tersebut.

أتدرون ما المفلس؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع. فقال: إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته. فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار
“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam Neraka.” [HR. Muslim]

Maka, belum tentu dengan puasa Ramadhan, beneran semua dosa-dosa kita terampuni semuanya. Dari nol pulak itu..

Jadi, puasa Ramadhan itu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan.

Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi ribawi, risywah (suap), memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.

DISINI VIDEO CERAMAH Ustaz Ahmad Dusuki – Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan

 

 

Add Comment